Sabtu, 21 Mei 2016

MASISWA SAMBIL BERBISNIS

MASISWA SAMBIL BERBISNIS
Berbisnis merupakan suatu jalan terbaik terutama bagi saya seorang mahasiswa  yang datang dari desa pergi ke sebuat kota untuk  menempuh pendidikan di suatu universitas. Telah kita ketahui sendiri bahwa hidup di kota membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena biaya kuliah dan hidup di kota yang mahal memerlukan biaya yang sangat banyak, ada saja pengeluaran seperi membayar sewa kost, membeli makanan, membayar uang semester dan lain sebagainya.
Dari pengeluaran yang sangat banyak,  saya mulai berpikir bagaimana saya bisa mendapatkan uang tapi bukan dari orang tua. Karena saya tidak ingin selalu merepotkan orang tua dengan membebani biaya kuliah yang cukup besar. Nah cara yang terbaik ialah saya memulai suatu bisnis sampingan yang bisa dijalankan ketika tidak ada jam kuliah. Bisnis sampingansedang saya jalankan adalah bisnis ORIFLAME
.
Bisnis Oriflame ini adalah bisnis yang datang dari Negara Eropa yang mana bisnis ini menjual produk-produk kosmetik wanita maupun pria, nah di dalam bisnis ini ada 2 cara kita mendapatkan sebuah penghasilan, pertama dengan kita jualan kita mendapatkan keuntungan 23% dan juga kita bisa dapet gaji bulanan dengan mengumpulkan poin. Bisnis ini bisa di jalankan dimana saja dan kapan saja karena bisnis ini jualan online bisa dan juga di vasilitasi denga katalog agar bisa berjualan secara langsung.
Pada awal saya menjalankan bisnis ini ada salah satu teman yang selalu ngejek saya dengan ejekan “tukang seles” ketika teman bilang saya “seles” perkataan itu langsung kehati dan merasa sedih tapi dengan hati yang lapang saya menerima ocehan itu sebagai motivasi bagi saya untuk membuktikan kepada mereka yang selalu mengejek bahwa dengan bisnis ini bisa membiayai hidup saya di kota, bisa membayar uang semester sendiri dan membayar uang kost sendiri.
Untuk pembagian waktu kuliah dengan berbisnis sangat saya perhatikan, karena tujuan awal saya pergi dari desa ke sebuah kota untuk menuntut ilmu jadi tujuan utamalah yang sangat saya pentingkan jadi ketika jam kuliah saya fokuskan untuk kuliah ketika istrirahat di situlah saya mulai menjalankan bisnis karena bisnis yang saya jalankan hanya dikerjakan di hp saja, tidak harus menjaga stand atau keliling untuk jualan, karena dibisnis ini sudah divasilitasi gambar online untuj berjualan dan juga katalog untuk menjual ke teman-teman sekitar kita.
Alhamdulillah setelah berjalannya waktur selama 5 bulan saya berbisnis di oriflame sudah bisa membiayai hidup saya di kota dan insyaallah untuk semester 7 saya bisa membayar uang semester tanpa minta ke orang tua. Nah dari situlah saya sadar bahwa usaha pasti ada buahnya.

Dari pengalaman saya ini saya ingin memberikan saran kepada para mahasiswa untuk mempunyai pekerjaan atau bisnis sampingan baik yang sesuai dengan jurusannya ataupun yang tidak, karena  menurut saya sebagai mahasiswa itu banyak jam kosong yang disia-siakan hanya dengan main hp, main game alangkah baik isi kekosongan itu denga pekerjaan yang bermanfaat, salah satunya dengan mencara penghasilan sendiri untuk membantu orang tua di rumah dalam membiayai kuliah dan kehidupan dirinya di kota. 

PERBEDAAN HASIL DIDIKAN ORANG TUA YANG TINGKAT EKONOMINYA TINGGI DENGAN ORANG TUA YANG TINGKAT EKONOMINYA RENDAH

PERBEDAAN HASIL DIDIKAN ORANG TUA YANG TINGKAT EKONOMINYA TINGGI DENGAN ORANG TUA YANG TINGKAT EKONOMINYA RENDAH


Menurut UU RI NO 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberi keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.
Telah kita ketahui bahwa tanggung jawab keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab bersama atara orang tua dengan masyarakat dan pemerintah. Kenapa disini tanggung jawab pemerintah dan masyarakat karena pemerintahlah yang menyediakan tempat untuk belajar yaitu sekolah.
Kondisi ekonomi orang tua sangat erat hubungannya denga keberhasilan didikan anak. Keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dikenal oleh seorang anak. Dan didalam keluargalah dapat ditanamkan sikap-sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Keluarga disini sangat bertanggung jawab untuk dalam menyediakan dana dan kebutuhan anak pendidikan anaknya. Keadaan orang tua yang tingkat ekonominya tinggi tidak akan banyak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anaknya seperti memanggil guru private atau seorang ibu rumah tangga jadi sepenuhnya untuk mengurus atau mendidik anaknya, sedangka sedangkan dengan ekonomi orang tua yang rendah untuk mengajari atau mendidik anaknya saja tidak ada waktu karena sibuk untuk mencari nafkah kehidupannya sehari-hari yang belum tentu cukup untuk kebutuhannya.
Keadaan seperti yang dijelaskan ditas pernah saya lihat di kampung halaman saya, yang mana perbedaannya sangat jauh jika di lihat dari hasil didikan orang tua yang menengah ke atas dengan orang tua yang keadaannya menegah kebawah, karena orang tua yang sudah nyaman kehidupannya tidak sudah untuk mencari nafkah karena si ayah sudah mempunyai bisnis yang sangat besar maka anak selalu di penuhi keinginannya contohnya dengan mendidik anak menggunakan buku-buku cerita yang harus di beli ditoko-toko buku dari situ pengetahuan anak bertambah beda dengan orang tua yang jarang memperhatikan perkembangan anaknya karena sibuk untuk mencari kebutuhan hidupnya yang kurang sehingga anak di biarkan saja, seperti bermain, nonton tv dan lain sebagainya. Maka pengetahuan anak tidak akan bertambah karena akibat orang tua yang kurang memperhatikan kegiatan anak dalam sehari-harinya.

            Maka dari itu marilah kita didik penerus bangsa kita dengan didikan yang benar yang selalu memperhatikan perkembangan dan pergaulannya sempetkan waktu 3 sampai 4 jam untuk selalu mengontrol karena pendidikaan anak yang pertama adalah di lingkungan keluarga.